PROPOSAL

PERMOHONAN BANTUAN DANA SANITASI

( RUMAH KOMPOS )

Kelurahan Semampir Kecamatan Kota – Kota Kediri

Tahun 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Kelompok Masyarakat ( POKMAS )

RUMAH KOMPOS

Kelurahan Semampir Kecamatan Kota

Kota Kediri

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.       Latar Belakang

Permasalahan sampah menjadi persoalan yang pelik bagi kota – kota besar di Indonesia. Semakin hari semakin bertambah volume sampah. Padahal ketersediaan lahan dan perluasan diperlukan investasi yang tidak kalah besarnya. Resistensi atau penolakan warga sekitar TPA (Tempat Pembuangan Akhir) tidak kalah pentingnya yang membuat pusing pemerintah setempat.

Kota Kediri dengan TPA di areal Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto juga sudah overload yang perlu perluasan. Yang jadi permasalahan adalah ketersediaan lahan serta bau dari penumpukan sampah yang berupa gas metana ke udara.

Dari beberapa survei prosentase sampah bahan organik 70-80 % sedang sampah an organik 20-30%. Dapat disimpulkan composting system atau sistem pengomposan merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah yang tepat. Dengan pengomposan dibarengi dengan Bank sampah serta program 3R (  Reuse, Reduse, dan Recycle ) akan diperoleh manfaat sebagai berikut  :

  1. Berkurangnya sampah yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang berimplikasi pada terhindarnya peluasan area TPA
  2. Pencemaran bau warga sekitar TPA Berkurang
  3. Kebutuhan pupuk dari pabrik akan berkurang
  4. Meringankan beban pemerintah dan petani dengan tersedianya pupuk organik yang murah
  5. Penggalakan Bank sampah akan berakibat terdorongnya warga terutama anak untuk lebih aktif menabung tanpa mengambil / mengurangi uang jajan (kita berharap yang setor ke bank sampah adalah anak-anak)
  6. Terjadinya lapangan kerja baru (pengolah/pemasar pupuk, kerajinan limbah)

1.2.       Manfaat dan Kegunaan Kompos

Secara garis besar kompos bermanfaat pada peningkatan kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, memperbaiki struktur tanah dengan dengan meningkatnya kandungan organik tanah serta meningkatkan tanah dalam mempertahankan kandungan air. Dengan adanya mikroa pada kompos akan memantu penyerapan unsur hara pada tanah yang menghasilkan senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Tanaman yang dipupuk dengan kompos mempunyai daya tahan yang tinggi dari serangan hama dan penyakit. Disamping itu kualitas tanaman yang dipupuk kompos juga meningkat (tahan disimpan, lebih segar, lebih berat dan lebih enak)

 

 

 

Penggolongan manfaat kompos ditinjau dari  :

Aspek Ekonomi  :

  1. Menghemat biaya transportasi dan penimbunan sampah
  2. Mengurangi volume limbah yang diangkat ke TPA
  3. Mempunyai nilai jual lebih tinggi dari bahan asalnya ( sampah )
  4. Meminimalisir atau meniadakan perluasan TPA

Aspek Lingkungan :

  1. Mengurangi polusi udara karena pembakaran sampah
  2. Mengurangi polusi air di sekitar TPA

Aspek bagi tanaman / tanah  :

  1. Meningkatkan kesuburan tanah
  2. Memperbaiki struktur tanah
  3. Meningkatkan kapasitas serap air tanah
  4. Meningkatkan aktifitas mikroba tanah
  5. Meningkatkan kualitas tanaman
  6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
  7. Menekan pertumbuhan hama dan penyakit
  8. Meningkatkan ketersediaan hara tanaman

1.3.       Tujuan

Tujuan pembangunan rumah kompos adalah  :

  1. Memperdayakan warga Kelurahan Semampir dan sekitarnya memilah dan menabung pada bank sampah serta memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk organik. Kompos dengan memanfaatkan APPO dan MOL, ( Mikro Organisme Lokal ) Selanjutnya memanfaatkan kompos untuk bertanam sayur / buah dalam pot maupun polybag.
  2. Pusat pembelajaran warga masyarakat dalam pemanfatan limbah / sampah aik sebagai kerajinan maupun pupuk organik / kompos
  3. Memasyarakatkan bank sampah sebagai tabungan dan sampah organik sebagai pupuk tanaman
  4. Salah satu alternatif mengatasi persoalan sampah di Kota Kediri.

1.4.       Sasaran

Sasaran kegiatan pembangunan rumah kompos adalah untuk menampung dan memproses sampah organik maupun an organik dari warga Kelurahan Semampir dan sekitarnya.

1.5.       Pengertian

  1. Rumah kompos adalah bangunan yang berfungsi untuk untuk memproses bahwa organik / sampah basah menjadi pupuk organik
  2. Mikro Organisme Lokal ( MOL ) adalah cairan yang terbuat dari bahan – bahan alami sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna mempercepat proses pengompasan. Disamping itu MOL juga dapat berfungsi sebagai tambahan intrisi bagi pertumbuhan tanaman
  3. Bahan organik adalah semua bahan yang berasal dari mahkluk hidup secara alami dapat dihancurkan oleh jasad renik / mikroba
  4. Pupuk organik / kompos adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses dekomposiasi baik padat maupun cair
  5. Pengomposan adalah proses campur tangan manusia terhadap penguraian bahan organik oleh mikro organisme
  6. Persyaratan mutu pupuk organik adalah e/n rasio 10-25 seperti syarat tehknis minimal yang ditetapkan oleh menteri pertanian No. 02/pert/11K.060/2006
  7. Ketua Pokmas adalah orang yang memiliki kapabilitas untuk mengelola rumah kompos diutamakan dari relawan DTRKP yang dimusyawarahkan antara Kepala Kelurahan, RT,RW dan seluruh anggota relawan kelurahan
  8. Operator adalah petugas yang mengoperasikan APPO / alat pengolah pupuk organik di rumah kompos dan bertanggung jawab kepada manager dan relawan secara kolektif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

RUANG LINGKUP KEGIATAN

 

 

Ruang lingkup kegiatan pengembangan rumah kompos terdiri dari  :

2.1    Bangunan

2.2    APPO ( Alat Pengolah Pupuk Organik )

2.3    Kendaraan bermotor roda 3

2.4    Mikro Organisme Lokal ( MOL )

2.5    Pelatihan

  1. Operasional penggunaan alat pengolah pupuk organik ( APPO )
  2. Pembuatan Mikro organisme lokal ( MOL )
  3. Pembuatan pupuk kompos

2.6    Pengelolaan Rumah Kompos

  1. Penetapan petugas pengelolaan rumah kompos
  2. Penetapan sistem pengelolaan rumah kompos

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

SPESIFIKASI TEKNIK

 

3.1  Rumah Kompos

  1. Norma

Pembangunan rumah kompos diarahkan pada kawasan yang dipandang memproduksi limbah/sampah banyak dan ada sumber daya manusia yang kapabel dalam bidangnya lebih – lebih menguasai dari hilir sampai hulu ( produksi sampah pemanfaatannya ) untuk bidang pertanian / agribisnis.

  1. Standar Tehnis

Luas tanah minimal 126 m2 terdiri dari  :

–       Luas bangunan rumah kompos 6 x 21 M2 yang terdiri dari ruang kantor, ruang penjaga, ruang pengomposan dan ruang APPO ( Alat Pengolah Pupuk Organik )

–       Kelebihan tanah untuk bank sampah dan penjemuran granul

–       Perlengkapan listrik dan sumber air disesuaikan dengan kebutuhan operasional rumah kompos

  1. Kriteria

–       Setiap warga berpartisipasi memilah sampah basah dan kering

–       Kelurahan, RT, RW memotivasi dan selalu memberi pengertian tentang pentingnya pengelolaan sampah

–       Terdapat lahan untuk berdirinya rumah kompos

–       Adanya POKMAS dan relawan kebersihan lingkungan yang selalu aktif

3.2  Pengadaan Saran Penunjang Rumah Kompos

  1. Alat pencacah bahan organik sesuai kapasitas sampah yang terkumpul
  2. Alat perlengkapan ; cangkul, garuk, gembor, sabit, dll
  3. Alat penghancur bahan organik menjadi pupuk organik cair/tong fermentor
  4. Alat angkutan bermotor roda 3

–    Bagian belakang ada bak yang berfungsi mengangkut bahan baku dan mendistribusikan hasil

  1. Mikro Organisme Lokal ( MOL )

–    Fungsi MOL sebagai bahan utama untuk mempercepat proses dekomposisasi bahan organik menjadi kompos

–    Dalam pembuatan MOL diperlukan peralatan antara lain drum, ember, tetes dan bahan – bahan MOL

 

 

 

 

BAB IV

PELAKSANAAN KEGIATAN

 

4.1         Cara Pelaksanaan

Pembangunan fisik rumah kompos dilaksanakan kelompok masyarakat atau relawan kebersihan lingkungan binaan DTRKP Kota Kediri dengan melibatkan masyarakat yang ahli dalam bidang bangunan

Setiap komponen kegiatan pembangunan dan pengelolaan rumah kompos direncanakan dan dilaksanakan oleh POKMAS dan atau kebersihan lingkungan Kelurahan binaan DTRKP

Setiap penyusunan rencana kegiatan POKMAS bisa melibatkan masyarakat  / tokoh atas bimbingan DTRKP dan Kepala Kelurahan.

4.2         Jadwal Kegiatan Pelaksanaan

Jadwal kegiatan mempertimbangkan kesediaan sumber dana, ketersediaan sumber daya, ketersediaan sumber daya, ketersediaan bahan / sampah organik dan lainnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan;

  1. Koordinasi dengan instansi terkait DTRKP maupun Dinas Pertanian dapat sesuai jadwal atau setiap saat dianggap perlu
  2. Sosialisasi pembangunan dan pemanfaatan rumah kompos dapat dilaksanakan sejak POKMAS terbentuk
  3. Inventarisasi calon lokasi bisa dilaksanakan Kepala Kelurahan dengan syarat kelayakan agak jauh dari rumah penduduk
  4. Pembuatan rancangan tehnis rumah kompos

4.3         Tahapan Pelaksanaan

4.3.1   Penerbitan Juklak dan Juknis

4.3.2   Koordinasi dilaksanakan oleh DTRKP, Disperta, Pokmas dan Pemerintah Kelurahan

4.3.3   Sosialisasi dilaksanakan DTRKP, Relawan pada sasaran ( warga sekitar rumah kompos )

4.3.4   Inventarisasi calon lokasi dilaksanakan secara terinci agar menunjang kesuksesan pembangunan rumah kompos

4.3.5   Penetapan Calon Lokasi

Berdasrkan inventarisasi calon lokasi, DTRKP, Kelurahan dan Pokmas menetapkan berdasarkan syarat pendirian rumah kompos

4.3.6   Pembuatan Rancangan Tehknis

Rancangan tehknis bertujuan sebagai acuan dan dasar bagi Pokmas untuk melaksanakan kegiatan fisik yang diperlukan sesuai kebutuhan lapangan

Rancangan tehknik meliputi suatu informasi sederhana yang menggambarkan :

  1. Peta situasi lokasi lahan yang akan dibangun rumah kompos menggambarkan posisi calon lokasi dan sarana pendukungnya
  2. Peta komponen fisik rumah kompos dilokasi tersebut seperti letak mesin, gudang, luas bangunan, luas dekomposii, dll
  3. Dimensi bangunan fisik dan penampang melintang serta membujur
  4. Rencana anggaran yang diperlukan

4.3.7   Musyawarah Tokoh Masyarakat

Musyawarah dengan tokoh masyarakat, RT, RW, diperlukan agar mendapat masukan dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan

4.3.8   Punyusunan Anggaran Kegiatan

Rancangan anggaran kegiatan disusun oleh Pokmas kebersihan lingkungan dibimbing oleh tim tehknis dari dinas/ instansi terkait

4.3.9   Pelaksanaan Kegiatan Fisik

  1. Penyiapan Lokasi
  2. Konstruksi Fisik

Kegiatan pembuatan rumah kompos didasarkan pada hasil rancangan tehknis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENGELOLAAN RUMAH KOMPOS

 

 

5.1     Rumah kompos yang telah dibangun beserta pelengkapannya merupakan aset Kelurahan dan pengelolaannya dilakukan dengan baik dan berkesinambungan agar diperoleh output/keluaran seperti tujuan yang diharapkan yaitu :

  1. Berkurangnya sampah yang dibuang ke TPA ( tempat pembuangan akhir )
  2. Produksi pupuk organik yang bisa dimanfaatkan warga
  3. Tabungan warga dalam bentuk bank sampah
  4. Pemberdayaan warga/ibu-ibu dalam budidaya tanaman dalam palybag

5.2     Pengelolaan rumah kompos dilaksanakan POKMAS pembangunan dan pengelolaan rumah kompos

5.3     Dinas Tata Ruang Kebersihan Kota Kediri wajib memberi bimbingan dan memantau jalannya pembangunan dan pengelolaan rumah kompos sehingga terhindar dari terhentinya pengoperasian rumah kompos

5.4     Pokmas harus mampu mengoperasikan dan memelihara berkelanjutan rumah kompos di bawah bimbingan DTRKP atau instansi terkait. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, pengelola dapat melakukan study banding ke lokasi rumah kompos yang telah beroperasi dengan baik

5.5     Dalam pengoperasian rumah kompos agar diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Pengelolaan dilakukan secara profesional dengan membentuk struktur organisasi ( Pokmas    pembangunan dan pengelolaan rumah kompos )
  2. Menyusun rencana kegitatan dan analisis biaya yang dibutuhkan, tehknis pengumpulan bahan baku / sosialisasi,pemeliharaan alat agar operasional bisa berjalan
  3. Kompos yang dihasilkan diutamakan untuk pemberdayaan warga khususnya ibu-ibu dan budidaya tanaman di polybag dengan mengganti eash produksi ditambah fee
  4. Melaksanakan pembukuan dengan baik setiap lalu lintas keuangan
  5. Bila memungkinkan memproduksi pupuk organik yang berkualitas yang akan dijual secara komersial dan mengajukan permohonan ijin ke Dinas Pertanian Kota sesuai ketentuan yang berlaku

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

INDIKATOR KINERJA

 

 

6.1  Output / Kelurahan

Output / Kelurahan yang diharapkan dari kegiatan ini :

  1. Tersedianya kompos yang dihasilkan dari kegiatan ini untuk pemberdayaan warga bertanam dalam polybag
  2. Terserapnya tenaga kerja
  3. Dimungkinkannya sebagai pabrik pupuk organik yang berkualitas untuk kebutuhan Kota Kediri

6.2 Outcome / Hasil

  1. Terlaksananya proses pembuatan kompos dari sampah rumah tangga
  2. Terlaksananya bank sampah

6.3 Manfaat / Benefit

  1. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah berkurangnya sampah Kelurahan Semampir yang dibuang ke TPA
  2. Tercukupinya media tanam dalam polybag untuk menuju swasembada sayuran

6.4 Dampak / Impact

1.    Termotivasinya warga Kelurahan Semampir untuk memilah sampah

2.    Tercipnya kegiatan baru yaitu bertanam sayur pada polybag yang sekaligus sebagai taman keluarga

3.    Terjadinya penabungan uang melalui bank sampah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VII

PENUTUP

 

 

Berdasarkan perkembangan permasalahan sampah yang semakin rumit serta keterbatasan lahan TPA, maka sangatlah tepat mengurangi sampah ke TPA dengan dengan membangun rumah kompos dan bank sampah.

Diharapkan dengan adanya rumah kompos akan terjadi perubahan perilaku didalam membuang sampah yaitu dengan memilah antara sampah basah dan kering.

Hasil rumah kompos dengan mengubah pola bertanam tanaman hias dengan memasukkan sayuran sebagai bagian dari tanaman hias

Pemanfaatan halaman optimal, kawasan bersih, hijau, dan tercipta swasembada sayuran

 

 

 

   

Kediri,        Mei 2012

Mengetahui,

KEPALA KELURAHAN SEMAMPIR

HARIYONO, S. Sos.

Penata Tk. I

NIP. 19651209 199003 1 007

KETUA LEMBAGA PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT KELURAHAN SEMAMPIR

Drs. SISWANTO, MM.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *